Daily BUZZ – Persepsi publik yang memandang esports hanya sekadar duduk di depan layar dan menggerakkan jari kini telah bergeser sepenuhnya. Di level kompetisi internasional antarnegara, esports adalah cabang olahraga modern berintensitas tinggi yang menuntut ketangkasan mental sekaligus ketahanan fisik prima.
Menghadapi agenda besar seperti Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026 di Jepang dan Global Esports Games (GEG) Los Angeles 2026 di Amerika Serikat, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) menerapkan pendekatan sports science secara menyeluruh dalam program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) bagi Timnas Esports Indonesia.
Langkah strategis ini turut diperkuat oleh kolaborasi bersama Salonpas sebagai sponsor utama Pelatnas.
Bukan Sekadar Taktik: Mengelola Fisik dan Beban Latihan Atlet
Penerapan sports science di Pelatnas PB ESI memastikan bahwa persiapan atlet Timnas Esports Indonesia tidak hanya berfokus pada analisis strategi permainan atau kemampuan teknis (gameplay). Pembinaan dirancang secara modern, terukur, dan berbasis data yang mencakup pemantauan fisik dan mental, asupan nutrisi, pengelolaan beban latihan, hingga analisis performa.
Tim Sport Science Timnas Esports Indonesia, Yudhi Esa Saputra, menjelaskan bahwa durasi latihan berintensitas tinggi dapat berdampak langsung pada kondisi fisik para atlet.
“Setiap kompetisi membutuhkan persiapan yang matang dan evaluasi berkesinambungan. Para atlet menjalani latihan teknis, fisik, dan mental dengan intensitas tinggi. Karena itu, selain aspek psikologis, faktor seperti mobilitas, postur, daya tahan, serta kenyamanan otot dan sendi perlu dijaga agar mereka siap menjalani setiap tahap latihan dan pertandingan dengan nyaman serta berkonsentrasi secara optimal,” ungkap Yudhi.
Mengatasi Beban Otot Spesifik Atlet Esports
Dalam esports, gerakan repetitif pada jari dan tangan serta posisi duduk statis dalam waktu lama rentan memicu ketegangan otot pada area leher, punggung, hingga punggung tangan. Jika tidak dikelola dengan baik, rasa pegal dan ketidaknyamanan fisik dapat menurunkan tingkat konsentrasi serta responsivitas atlet di panggung pertandingan.
Di sinilah peran penting sinergi sports science dengan dukungan pereda nyeri topikal dari Salonpas. Melalui pendekatan yang terstruktur, penggunaan varian produk Salonpas disesuaikan dengan kebutuhan fisiologis atlet:
- Punggung Tangan & Jari: Menggunakan Salonpas Koyo yang elastis untuk mendukung kelenturan mobilitas tangan saat bertanding.
- Leher & Punggung: Menggunakan Salonpas Hot atau Salonpas Large untuk meredakan ketegangan otot akibat posisi duduk berjam-jam dengan area cakupan hingga 4 kali lebih luas.
- Pegal Membandel: Menggunakan Salonpas Extra Hot untuk pemulihan intensif pada area otot yang mengalami ketegangan tinggi.
Product Manager Salonpas, Davin Widodo, menegaskan bahwa dukungan ini dirancang agar sejalan dengan kebutuhan program latihan. “Kami memahami bahwa latihan intensif dapat menimbulkan pegal dan nyeri otot. Dukungan produk Salonpas hadir untuk membantu atlet menjaga kenyamanan tubuh agar dapat menjalani program Pelatnas dan pertandingan secara optimal,” jelas Davin.
Ekosistem Pendukung Demi Target “Esports Indonesia Mendunia”
Presiden Direktur PT Hisamitsu Pharma Indonesia, SATO, Ryo, menambahkan bahwa keterlibatan Salonpas juga didasari oleh filosofi “Te-A-Te”—nilai kepedulian dan perhatian tulus yang diterapkan dalam mendukung kesehatan fisik para atlet.
Sementara itu, Manajer Tim Nasional Esports Indonesia, Glorya Famiela Ralahalo, optimistis bahwa pembinaan berbasis sports science yang disokong oleh seluruh ekosistem melalui semangat “We Got Your Back!” akan menjadi landasan kuat bagi Skuad Garuda.
Dengan persiapan yang terukur hingga Mei 2027, Timnas Esports Indonesia siap membawa membawa nama bangsa dan mengibarkan Sang Merah Putih di podium tertinggi dunia.

