More
    HomeFinanceNovember jadi Bulan Paling Bullish Sepanjang Sejarah BTC

    November jadi Bulan Paling Bullish Sepanjang Sejarah BTC

    Daily BUZZ – Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) melemah -0,39% Bitcoin (BTC) bergerak di $109.660 (IDR 1.824.260.165). Dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 59,94%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto juga turun -0,41% menjadi US$ 3,65 triliun.

    Kinerja Bitcoin pada Oktober 2025 ditandai oleh volatilitas ekstrem, di mana harga tertinggi bulanan mencapai $126.199 dan terendah di $103.598,43. Meskipun sempat naik, BTC akhirnya menutup bulan tersebut di harga $109.556,16, mencatatkan return bulanan negatif sebesar -3,69%. Penutupan negatif ini secara signifikan mematahkan rata-rata return historis bulan Oktober yang sangat kuat, yaitu +19,92%.

    Mengingat pasar kini telah memasuki periode November, data historis memberikan harapan sangat bullish bagi trader. Bulan November secara historis adalah bulan terkuat untuk Bitcoin, mencatatkan rata-rata return bulanan yang fenomenal sebesar +42,50%.

    Periode 27 hingga 30 Oktober 2025 menunjukkan perubahan sentimen yang tajam pada aliran dana ETF Bitcoin. Setelah dibuka dengan dua hari inflow positif kuat (27–28 Oktober), pergerakan institusional berbalik menjadi sangat negatif pasca-pengumuman suku bunga The Fed.

    Outflow masif tercatat pada 29 Oktober (-$470,71 Juta) dan mencapai puncaknya pada 30 Oktober (-$488,43 Juta). Secara keseluruhan, periode ini ditutup dengan Net Outflow sebesar -$607,36 Juta, menegaskan bahwa sinyal kebijakan moneter The Fed yang berhati-hati lebih dominan dalam menentukan arah modal institusional.

    Pertumbuhan di Indonesia

    Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia melonjak tajam dalam dua tahun terakhir, mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat aktivitas onchain terbesar di negara berkembang.

    Laporan State of Crypto 2025 menempatkan Indonesia di jajaran teratas untuk pertumbuhan pengguna dompet kripto mobile. Dengan jumlah investor melampaui 18,08 juta dan nilai transaksi mencapai Rp360,30 triliun sepanjang 2025, adopsi aset digital di tingkat ritel menunjukkan kekuatan yang signifikan.

    Menanggapi pertumbuhan masif ini, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis dengan menyiapkan “versi stablecoin nasional Indonesia”. Inisiatif ini, yang melibatkan penerbitan surat berharga digital berbasis token yang didukung SBN dan dibangun di atas CBDC rupiah digital, bertujuan mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam sistem moneter resmi.

    Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan tangguh terhadap gejolak global.

    Must Read

    spot_img